..... My country who have sacrificed a lot, sweat, tears, energy and even blood of the realization of the state sekalipun.Demi Berta-one-Soil Water, Soil-spilled blood of one, is none other than INDONESIA. This hand trembled, when writing a sentence-by-sentence. His volatile flavor, this blood. When she saw my brothers are still lacking, kepapa's, growing old in poverty who increasingly felt. Where Bung Tomo, Where Bung Karno, Awaken the God within the pulse, self, and our soul, his spirit. Its present figure. So that we always remain concerned about the fate of our nation's children.
Merdeka .... whether the slogan, independence if only the words out loud! dibibir only be independent if, from the shackles of occupiers of our country. Have we been freed from the shackles of poverty. It is currently still in the country and there-Koe. Sadness and touched the hearts of this, seeing the fate rakyakt-Koe. Named INDONESIA, still in the shade of the colonizer. Colonizers changed and wearing a mask of poverty, backwardness, ignorance, and arbitrary oppression of the right to live on Mother Earth. Oh .. Mother, forgive your Ananda, which can bertuturkata the Blog, just complaining, but can not do much to see the fate of this nation's children.
Oh ... Mother Earth, knock the eyes of the hearts of our leaders. to better see into another, what and how the fate of this nation. The fate of his people. THEY IS NOT TAU, that each LEADERSHIP, WILL-I DEMANDED LIABILITY, Day of the end. REMEMBER THAT THERE LIFE AFTER DEATH.
Posted by Rama at 10:25 PM 0 comments
Wednesday, July 8, 2009
Towards Indonesia Yang Democracy
Let's make it happen Indonesia that have a pattern of forward thinking and have a good dignity. And be an example for our neighboring countries. Let us unite our vision and mission, to the glorious achievement of Indonesia.
As well as the role and participation of the people, we must support in order to achieve our Indonesia, Indonesia mu, and my Indonesian. Get rid of the differences and different point of view, let us find the equation so that we can walk and join together.
Maturation patterns of thinking and action, we can create more advanced manner and respond to terhadapa policy of the government. But we also need to go watch whether the policy of it, just for a handful of people with an interest and profit alone. It is necessary to observe. to obtain and to feel equal in every line. Both the level of the rich to the poor though.
People just ordinary people, who have no power. obey and execute all the policies of his country. Mother Earth will not be willing to see the fate of children starve his people suffer. Because of the economy's growing old, growing crush of life.
Do you guys feel? she answered ... yet.
our opinion
Thursday, July 15, 2010
Friday, July 10, 2009
Negara -koe

Negara ku.....banyak yang telah dikorbankan, keringat, air mata, tenaga bahkan darah sekalipun.Demi terwujudnya negara Berta-Tanah Air-satu, Tanah-tumpah darah satu, Adalah tidak lain INDONESIA. Bergetar tangan ini, disaat menulis kalimat-demi kalimat. Bergejolak rasa nya, darah ini. Ketika melihat saudara-saudara ku masih kekurangan, kepapa-an, dalam kemiskinan yang kian lama kian terasa. Kemana Bung Tomo, Kemana Bung Karno, Bangkitkan Ya Allah dalam nadi, diri, dan jiwa kami, semangatnya. Hadirkan sosok nya. Agar kami selalu tetap prihatin terhadap nasib anak bangsa kami.
Merdeka....apakah slogan, merdeka apakah hanya kata-kata lantang! merdeka apakah hanya dibibir saja, dari belenggu penjajah negara kita. Apakah kita sudah merdeka dari belenggu kemiskinan. Yang saat ini masih dan ada dalam negara-koe. MIris dan tersentuh hati ini, melihat nasib rakyakt-koe. Bernama INDONESIA, masih dalam naungan penjajah. Penjajah yang berubah dan memakai topeng kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, serta penindasan sewenang-wenang terhadap hak hidup diatas BUMI PERTIWI. Oh ..Ibu, maafkan Ananda mu ini, yang bisa bertuturkata di Blog, hanya berkeluh-kesah, namun tidak bisa berbuat banyak melihat nasib anak bangsa ini.
Oh...Ibu pertiwi, ketuklah mata hati para pemimpin kami. agar lebih melihat kedalam lagi, apa dan bagaimana nasib bangsa ini. Nasib para rakyat nya. TIDAKLAH MEREKA TAU, BAHWA TIAP-TIAP KEPEMIMPINAN, AKAN DIMINTA-I PERTANGGUNG JAWABAN, DIHARI AKHIR NANTI. INGAT BAHWA ADA KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN.
Wednesday, July 8, 2009
Menuju Indonesia Yang Demokrasi
Mari kita wujudkan Indonesia yang mempunyai pola pikiran yang maju dan mempunyai martabat yang baik. Dan menjadi contoh buat negara-negara tetangga kita. Mari kita satukan visi dan misi kita, untuk pencapaian Indonesia yang jaya.
Peran serta dan partisipasi sebagai rakyat, haruslah kita dukung demi pencapaian Indonesia kita, indonesia mu, dan Indonesia ku. Singkirkan perbedaan dan sudut pandang yang berbeda, mari kita cari persamaan sehingga kita dapat berjalan dan bergandeng bersama.
Pendewasaan pola pikir dan pola tindak, membuat kita bisa lebih maju cara dan merespon terhadapa kebijakkan pemerintah. Namun juga kita perlu ikut mengawasi apakah kebijakkan itu, hanya buat segelintir orang yang berkepentingan dan mencari untung semata. Hal ini perlu kita amati. untuk memperoleh dan merasakan pemerataan disetiap lini. Baik dari tingkat yang kaya sampai orang miskin sekalipun.
Rakyat hanya orang jelata, yang tidak punya kekuatan. patuh dan menjalankan segala kebijakan dari negara nya. Bumi pertiwi tidak akan rela melihat nasib anak bangsanya menderita menahan lapar. Karena keadaan ekonomi yang kian lama, kian menghimpit hidup.
Apakah kalian merasakan? jawabnya...belum.
Peran serta dan partisipasi sebagai rakyat, haruslah kita dukung demi pencapaian Indonesia kita, indonesia mu, dan Indonesia ku. Singkirkan perbedaan dan sudut pandang yang berbeda, mari kita cari persamaan sehingga kita dapat berjalan dan bergandeng bersama.
Pendewasaan pola pikir dan pola tindak, membuat kita bisa lebih maju cara dan merespon terhadapa kebijakkan pemerintah. Namun juga kita perlu ikut mengawasi apakah kebijakkan itu, hanya buat segelintir orang yang berkepentingan dan mencari untung semata. Hal ini perlu kita amati. untuk memperoleh dan merasakan pemerataan disetiap lini. Baik dari tingkat yang kaya sampai orang miskin sekalipun.
Rakyat hanya orang jelata, yang tidak punya kekuatan. patuh dan menjalankan segala kebijakan dari negara nya. Bumi pertiwi tidak akan rela melihat nasib anak bangsanya menderita menahan lapar. Karena keadaan ekonomi yang kian lama, kian menghimpit hidup.
Apakah kalian merasakan? jawabnya...belum.
Subscribe to:
Posts (Atom)